Rabu, 05 April 2023

Pertemuan KKS Lingkungan RK Sanjaya dalam masa puasa 2023

Kediaman Bapak Saud Tambatua, 4 Maret 2023, dihadiri 23 warga.





Kediaman Bapak Adip, 18 Maret 2023, dihadiri 14 warga.




Kediaman Bapak Leo dan Bu Novi, 25 Maret 2023, dihadiri 30 warga.



Kediaman Ibu Sri, 1 April 2023, dihadiri 30 warga.




Share:

Sabtu, 04 Maret 2023

Aksi Puasa Pembangunan 2023 - Peran Serta Kita Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Bersama (Kisah Inspiratif)

Aksi Puasa Pembangunan 2023 - Peran Serta Kita Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Bersama. Berikut adalah beberapa kisah orang yang memberi inspirasi dan kontribusi nyata, yang di ambil oleh Keuskupan Agung Jakarta sebagai bahan renungan dan inspirasi bagi kita umat Katholik agar senantiasa dapat menyelaraskan kehidupan beriman kita dengan ajaran ajaran yang telah Tuhan Yesus berikan kepada kita.



Kehidupan pasangan suami istri dr. Juanli dan drg. Lina Noviyanti


Dr. Juanli dan drg. Novi sejak masa remaja dan sebelum menikah sudah aktif di paroki mereka masing-masing. Maka tidaklah heran jika mereka berdua mempunyai kepedulian dan jiwa sosial yang tinggi, karena mereka sudah terbiasa dengan bentuk-bentuk pelayanan yang mereka ikuti, baik didalam keluarga, lingkungan maupun paroki.

Dr.Juanli lahir bertepatan dengan Hari Raya Santo Vincentius. Beliau meneladani hidup St. Vincentius yang mengatakan, bahwa Kaum Miskin adalah Tuan dan Majikan Kita. Kalimat itulah yang selalu mendorong semangat pelayanannya. Bersama pasangannya kepedulian mereka terhadap masyarakat, mereka wujud nyatakan dengan ikut terlibat dalam pelayanan di bidang kesehatan di Balai Kesehatan Gereja St. Thomas Rasul, Keluarga Vinsensian Louisan (Kevinlo) /JMV Indonesia hingga Klinik Pratama Bintang Laut Susteran Putri Kasih Cilincing.  Dr.Juanli sudah 19 tahun lebih, sejak  tahun 1999  sebagai mahasiwa kedokteran semester 3 membantu pelayanan  kesehatan di klinik susteran tersebut, karena sulit baginya untuk meninggalkan dan melupakan mereka begitu saja. Banyak orang miskin (keluarga prasejahtera) yang tinggal di daerah ini. Standar hidup dan kualitas kesehatan mereka cukup memprihatinkan, sehingga harus dibantu."

Tantangan dalam kehidupan sebagai suami istri pun mereka alami, terlebih keduanya mempunyai sifat pemimpin, namun mereka bersama-sama belajar untuk saling diam, sabar dan mengalah terhadap satu dengan yang lainnya.

Di masa pandemi kemarin ini (ketika awal pandemi covid-19) pada saat tenaga medis kekurangan baju hazmnat (Alat Pelindung Diri/APD), masker dan sebagainya, pasutri dr. Juanli dan drg. Novi berusaha membantu mencari dan menyediakan kebutuhan tersebut dengan menggalang dana. Dari dana kegiatan mengajar yang dilakukan dr Juanli, dialokasikan untuk membeli APD bagi teman sejawatnya di hampir seluruh Indonesia."

Tantangan pun mereka alami, seperti ada saja orang yang melakukan penipuan terhadap mereka. Namun mereka tidak menyerah ketika mengalami tantangan dan tetap melanjutkan karya pelayanan. Di pertengahan Januari 2021, mereka mendirikan Gerakan Tabung Oksigen Untuk Kemanusiaan (GTOUK). Diawali dengan kepedulian meminjamkan tabung oksigen dari klinik gigi mereka yang tutup selama pandemi, dipinjamkan kepada salah satu ibu dari teman mereka yang mengalami kesulitan pernapasan karena covid-19. Mereka menyadari banyak orang yang mengalami hal yang sama, sehingga mereka mendapatkan inspirasi dari Tuhan untuk mengumpulkan teman-teman yang mau terlibat akan gerakan ini. Dan Tuhan jugalah yang mengirimkan dan mempertemukan banyak relawan yang membantu mereka dalam Gerakan Tabung Oksigen ini. Tantangan pun mereka alami seperti resiko penularan Covid-19 dari pengembalian tabung oksigen tersebut, disinfeksi ketat  tabung dan regulatornya sebelum dan sesudah dipinjamkan, keterbatasan dalam berinteraksi, dan ada pula orang-orang yang tidak baik yang ingin menipu dengan mengambil tabung oksigen mereka, hingga waktu berkualitas dalam keluarga menjadi berkurang. Namun mereka menyadari, mereka mulai mengatur waktu yang seimbang untuk keluarga dan untuk masyarakat.

Selain itu   mereka pun terlibat dalam kegiatan vaksinator vaksin covid-19 di berbagai tempat termasuk di daerah lain. Bahkan disebut sebagai dokter yang melakukan suntikan tanpa bayangan karena melakukan terobosan vaksinasi.

Prinsip bagi mereka di dalam kehidupan keluarga maupun dalam pelayanan masyarakat adalah "Do your best and let God do the rest". Mereka menyadari pekerjaan Tuhan sangat luar biasa bagi kehidupan keluarga mereka dan warga sekitar. Di dalam keluarga, mereka rutin mengadakan doa bersama dan mereka melihat anak-anak mereka pun turut membantu seperti ketika menyiapkan APD untuk dimasukkan ke dalam kardus dan menyiapkan tabung oksigen. Hal-hal kecil dapat dilakukan bersama dengan keluarga untuk membantu warga sekitar. Tuhan menjadikan mereka sebagai perpanjangan tangan-Nya dalam pelayanan kesehatan dan mereka pun dapat membantu umat Tuhan dan warga sekitar yang membutuhkan. Pegangan mereka dalam Yoh 3:30 : "Dia harus semakin besar dan aku harus semakin kecil.” Nama Tuhan Yesus yang semakin dipermuliakan.


Kisah Inspiratif Aiptu Suryono, Polisi Kediri Ikhlas Sisihkan Gaji hingga Rela Lewati Jalur Ekstrem demi Bantu Warga

“ Kamu tak butuh banyak uang untuk membantu orang lain. Kamu hanya membutuhkan hati untuk membantu mereka." Kalimat motivasi ini menjadi salah satu prinsip dari polisi Kediri bernama Aiptu Suryono. Bagaimana tidak, dia selalu menyiapkan sekantong beras di jok motornya ketika menjalankan tugas. Tujuannya hanya karena ingin membantu warga kurang mampu yang ditemui dijalan. Bagaimanakah kisah inspiratif polisi ini?

Saat ditemui ketika menyalurkan bantuan kepada warga, polisi Kediri Aiptu Suryono tampak selalu bersemangat. Bagi dia, membantu sesama tak harus dengan jumlah yang besar maupun menunggu memiliki harta berlimpah. Dia bahkan memulai kegiatan sosialnya hanya dengan sekantong beras yang selalu disediakan di jok motor. "Beras itu kadangkala disiapkan dari rumah maupun membeli di took ketika perjalanan ke kantor." ujar Suryono pada Sabtu (16/04/2022)."

Pria berusia 56 tahun ini tinggal di Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri mengungkapkan, bahwa kepedulian sosialnya kepada orang kurang mampu sudah lama dia jalani sejak 10 tahun lalu, tepatnya sebelum dirinya masuk menjadi polisi."

Berawal dari rasa prihatin saat melihat orang di sekitar memiliki keterbatasan ekonomi dan kurang mendapat perhatian maupun bantuan, muncullah kepedulian sosial dari Aiptu Suryono untuk mengulurkan tangan membantu sesama. Tak hanya warga kurang mampu, difabel maupun ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) juga menjadi sasaran kegiatan sosialnya . "Maka saya memberikan bantuan kepada mereka, semoga bermanfaat.”  kata polisi yang disapa akrab Bopo Suryono."

Bopo Suryono mengaku, kegiatan social yang dia jalani selama 10tahun ini bukan mengumpulkan dana dari para donatur, tetapi dana yang dia gunakan, berasal dari gaji yang disisihkan khusus untuk membantu orang yang tidak mampu."Saya sangat ikhlas, karena dari apa yang kita miliki ini untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan.” tambahnya.

Ditemui saat memberikan bantuan berupa satu karung beras kepada salah satu warga kurang mampu di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Aiptu Suryono mengatakan, kegiatan itu dilakukan ketika dirinya sedang dinas maupun di luar dinas. Saat dinas, dia tetap melihat situasi terlebih dulu yang tidak mengganggu tugasnya , seperti saat tidak ada kegiatan. Sedangkan untuk informasi tentang warga yang membutuhkan bantuan, selain menemukan sendiri juga didapatkan dari teman-temannya .

Tak hanya menyasar di wilayah perkotaan saja, di Kabupaten Kediri seperti di pegunungan, yakni di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Tarokan, Ngancar, Plosoklaten, bahkan, Nganjuk, Mojokerto, Tulungagung, Jombang, Blitar dan Surabaya juga menjadi lokasi kegiatan sosialnya. Aiptu Suryono mengatakan, dia merasa tertantang dan tidak takut dengan jalur ekstrem atau bahaya di pegunungan, karena demi memberikan bantuan kepada orang yang kurang mampu. "Beberapa waktu lalu saya sempat naik bukit dijalur berbahaya di rumah Mbah Udin di Krampyang, Desa Kalipang Grogol.” ujarnya .

Pria yang selalu mengenakan peci itu berharap akan semakin banyak orang ya ng peduli dengan sesama, sebab sekecil apapun bantuannya akan bermanfaat bagi orang ya ng membutuhkan. "Dengan melihat orang yang kita bantu bahagia, itu menambah semangat dan rasa syukur saya." ujarnya .

Sumber : Tugujatim.id



Kisah 3 Pemilik Toko Kelontong, Sukses Bangun Bisnis - Berdayakan Warga


Masa pandemi menjadi tantangan bagi Musrianto, pemilik Toko SRC Nisa di Gresik, Jawa Timur. Saat omset toko tengah bagus-bagusnya, pandemi menghantam Indonesia bahkan dunia. Segala lini kehidupan terdampak, termasuk bisnis toko kelontong yang tengah dikelolanya. Setahun setelah pandemi, ia  pun berpikir untuk mencoba  mencari peluang lain demi menopang bisnis toko kelontong yang tengah sepi. Bersama istrinya, Musrianto memproduksi keripik pisang yang dijual dengan harga Rp 5.500 - Rp13.000.

Keripik pisang itu ia titipkan di toko-toko anggota paguyuban SRC di daerah sekitarnya. Ternyata, penjualannya cukup bagus. Musrianto memperbanyak produksi dan memperluas penjualan dengan merambah paguyuban lain. Untuk memproduksi keripik pisang ini, ia juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di sekitar kediamannya.

“ Ibu-ibu tetangga sini yang enggak kerja, saya libatkan untuk membantu produksi. Lumayan buat pemasukan mereka.”  kata Musrianto.

Kini, melalui Pojok Lokal di SRC Nisa, Musrianto tidak hanya memberikan ruang bagi produk makanan olahan rumahan yang diproduksinya sendiri, tetapi juga turut membantu para tetangganya yang juga memproduksi aneka cemilan lain. Ada yang memproduksi keripik  singkong, sukun, talas  dan  lain-lain.  Musrianto  bersyukur, usahanya juga menjadi  berkah bagi lingkungan sekitar.

Share:

Rabu, 11 Januari 2023

(20230107) Perayaan Natal bersama Lingkungan RK Sanjaya dan Sugiyo Pranoto (Wilayah X)

Berawal dari ide untuk menyatukan kembali dalam acara reuni Lingkungan RK Sanjaya dan Lingkungan Sugiyo Pranoto maka tercetus rencana untuk membuat sebuah acara kebersamaan yang masih dalam tema dan suasana Natal.

Sebelumnya pada tahun 2016 Lingkungan Sugiyo Pranoto adalah pemekaran dari lingkungan RK Sanjaya, sehingga mayoritas warganya sudah saling mengenal dan akrab sejak lama.

Untuk mematangkan rencana ini Ketua Lingkungan Sugiyo Pranoto, Ibu Ella mengundang pengurus dari Lingkungan RK Sanjaya untuk datang ke rumahnya guna membahas pembentukan panitia utama pada tanggal 1 Desember 2022. Dan ketika itu di sepakati penentuan tanggal  dan tempat acara, yaitu tanggal 7 Januari 2023 di kediaman Bapak Bayu Chandra dan Ibu Ade dari Lingkungan Sugiyo Pranoto.


Yang diistimewakan dari rencana ini adalah, perayaan Natal bersama ini akan di fokuskan kepada anak-anak dan OMK, di mana komunitas anak-anak Lingkungan Sugiyo Pranoto memiliki banyak bakat dan di harapkan kelak dapat mengilhami anak-anak dari lingkungan RK Sanjaya, yang jumlah anak-anak nya tidak terlalu banyak. Kemudian ditunjuk Mba Tya dari lingkungan Sugiyo Pranoto dan Mba Tina dari lingkungan RK Sanjaya sebagai penanggung jawab dan pelaksana acara. Berikut dokumentasi yang berhasil di kumpulkan mulai dari tahap persiapan hingga berlangsung acara.

















Semoga semangat kebersamaan ini tetap dapat terjaga dan acara semacam ini dapat terwujud kembali untuk ke depannya.

"Peliharalah kasih persaudaraan" 
Ibrani 13:1
Share:

Selasa, 20 Desember 2022

Pertemuan KKS Bulan Keluarga 2022 - Masa Adven

Puji Tuhan, kita semua dikaruniai kesehatan dan dapat memasuki Bulan Keluarga di tahun 2022. Di Keuskupan Agung Jakarta, Bulan Keluarga ini sudah memasuki tahun yang ke-11. Tema Bulan Keluarga tahun 2022 adalah “KITA BERSAMA SEJAHTERA” tema yang disesuaikan dengan tema Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta di tahun 2023 mengenai Kesejahteraan Bersama.

Mari, kita jalani Bulan Keluarga tahun 2022 ini dengan penuh semangat dan sukacita, bersama keluarga serta komunitas kita. Tuhan menyertai kita senantiasa.

Pertemuan pertama di laksanakan pada Rabu 30 November 2022 di Kediaman Bapak Heri Wagino dan di hadiri oleh 7 keluarga (13 orang).



Pertemuan kedua di laksanakan pada Sabtu 3 Desember 2022 di Kediaman Ibu Christine Lomon dan Bapak Michael di hadiri oleh 8 keluarga (13 orang).



Pertemuan ketiga di laksanakan pada Sabtu 10 Desember 2022 di Kediaman Bapak Abbas Asnan.

Pertemuan keempat di laksanakan pada Sabtu 17 Desember 2022 di Kediaman Bapak dr . Hendratno, kami berusaha membuat pertemuan dengan suasana yang hidup dengan dukungan multi media untuk menghindari kesan monotone.


Share:

Senin, 28 November 2022

Lilin dan lingkaran daun cemara - Korona Adven


Umat Katholik diseluruh dunia memasuki masa Adven. Kata "Adven" berasal dari kata Latin 'adventus, advenio' (bahasa Yunani-nya parousia), artinya 'kedatangan'. Tahun ini di mulai pada 26/27 November 2022.

Fokus masa Adven adalah persiapan menantikan kedatangan Mesias, yaitu Yesus Kristus. Tuhan telah datang kedunia dalam sejarah keselamatan manusia, tetapi juga Ia akan datang pada akhir jaman. Jadi adven sesungguhnya berhakekat waktu lampau, kini, dan yang akan datang.

Ciri khas adven, di setiap Gereja nampak dalam warna liturgi, empat lilin adven dan lingkaran Adven. Warna khas masa adven adala warna ungu. Warna ungu adalah warna pertobatan. Masa adven yang berlangsung selama empat minggu, menjadi kesempatan bagi umat Katholik, untuk bertobat, meluruskan  hati untuk Tuhan. "Ada suara yang berseru-seru di padang gurun, 'Siapkanlah jalan bagi Tuhan. Luruskanlah jalan-Nya, (Mat.3:3).


Ada empat  lilin adven. Lilin bernyala melambangkan cahaya Kristus. Ada empat lilin. Keempat lilin menggambarkan masa adven yang berlangsung selama empat minggu.

Lilin-lilin itu dinyalakan sebagai berikut:

Minggu Pertama: Sebatang lilin ungu

Minggu Kedua: Dua batang lilin ungu

Minggu Ketiga (Gaudete): Dua batang lilin ungu dan satu lilin merah jambu

Minggu Keempat: Tiga batang lilin ungu dan satu lilin merah jambu (dinyalakan semua)

Lilin warna liturgi ungu melambangkan warna pertobatan dan penyesalan yang ditandai oleh masa puasa. Lilin merah jambu dinamai juga lilin "Sukacita" (Gaudete)


Share:

(20221122) Kelas yoga perdana Paroki Cilangkap

Ide awal datang dari dr. Eko Budi selaku Seksi Kesehatan Paroki Cilangkap ketika memberikan seminar tentang kesehatan umum di lingkungan Soegoyo Pranoto (Wilayah X) pada 16 November 2022. Untuk kelas perdana 22 November 2022, wilayah X, yang terdiri dari 3 lingkungan menjadi program percobaan, dan di ikuti oleh kurang lebih 25 orang.

Rencananya acara ini akan di jadikan agenda mingguan yang akan rutin di adakan setiap selasa malam jam 19:00 dan bertempat di Budi Murni.


Share:

Sabtu, 05 November 2022

(20221104) Tata Bunga Altar dari ibu ibu RK Sanjaya dan WK Wilayah X Paroki Cilangkap

 



Tata bunga altar dari ibu ibu RK Sanjaya bersama ibu ibu WK Wilayah X Paroki Cilangkap.

Share:

YOUTUBE

INSTAGRAM

Santo Yohanes Maria Vianney

Santo Yohanes Maria Vianney

Doa Santo Yohanes Maria Vianney

Aku mengasihi Engkau, ya Allahku, dan hasratku satu-satunya adalah mengasihiMu sampai nafasku yang terakhir.

Aku mengasihi Engkau, ya Allah yang pantas dicintai tanpa akhir, dan aku lebih memilih mati mencintaiMu daripada hidup sekejap tanpa mencintaiMu.

Aku mengasihi Engkau, ya Allahku, dan aku tidak mendambakan surga kecuali demi kebahagiaan mencintai Engkau dengan sempurna.

Aku mengasihi Engkau, ya Allahku, dan aku hanya takut akan neraka, karena disana aku takkan pernah mendapat hiburan manis mencintaiMu.

Ya Allahku, bila lidahku tidak dapat mengucapkan di setiap saat, betapa aku selalu mencintaiMu, setidak-tidaknya aku mau supaya hatiku mengulang-ulanginya sesering aku menarik nafasku.

Allahku, berilah padaku rahmat agar boleh menderita karena mencintaiMu. Berilah aku rahmat untuk mencintaiMu dalam menderita, untuk pada suatu saat menarik nafasku yang terakhir dalam mencintaiMu, dan dalam merasakan bahwa aku mencintaiMu.

Dan semakin mendekati akhir hayatku, semakin kumohon padaMu, untuk menumbuhkan cintaku kepadaMu, dan menyempurnakannya.

Amin.